Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Merencanakan Keluarga, Menata Masa Depan: Panduan KB dalam Perspektif Syariat dan Medis
    • Menjaga Api Asmara Tetap Menyala: Tips Romantis dan Seksual untuk Pernikahan Jangka Panjang
    • Checklist Persiapan Mental dan Spiritual 3 Bulan Menjelang Akad Nikah
    • Menghadapi Lingkungan ‘Toxic’: Cara Pasutri Menjaga Kesehatan Mental dari Omongan Orang
    • Kesehatan Reproduksi Pria Sering Terlupakan, Ini yang Wajib Diketahui Para Calon Suami
    • Saat Iman Pasangan Sedang Turun: Cara Mengingatkan dan Mendukung, Bukan Menghakimi
    • Jerat Utang dalam Rumah Tangga: Cara Mengelola dan Melunasinya Bersama Pasangan
    • Saat Anak Tantrum atau Membantah: Merespons dengan Sabar dan Ilmu, Bukan dengan Amarah
    Facebook X (Twitter) LinkedIn Pinterest RSS
    Halalkan dia dengan Bismillah
    Leaderboard Ad
    • Home
    • Blog
    • Wedding
    • Download
    • About
    Halalkan dia dengan Bismillah
    Home»Pranikah»Memilih Pasangan Sejati
    Pranikah

    Memilih Pasangan Sejati

    Abu Azzam Al-BanjaryAbu Azzam Al-Banjary20 April 2020No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Imran bin Hithan, sosok ulama sunnah menikahi Hamnah, seorang muslimah berpaham Khawarij. Bagaimana akhir kisah pernikahan mereka? Mampukah seorang Imran bin Hithan membebaskan belenggu pemahaman menyimpang sang istri?

    Diceritakan oleh Al-Madaim bahwa Hamnah adalah wanita yang berparas cantik. Sedangkan Imran berparas kurang tampan. Suatu hari tatkala kecantikan istrinya membuat kagum, maka sang istri berkomentar, “Saya dan kamu akan masuk surga, sebab engkau mendapat nikmat lalu bersyukur (karena dapat istri cantik), dan saya mendapat musibah dan saya bersabar (karena dapat suami jelek)” (Siyar ‘Alamin Nubala’ Adz Dzahabi, 4/234).

    Akhir kisah, justru suami yang mengikuti pemahaman istrinya, menjadi Khawarij tulen. Menyatukan dua perbedaan dalam perkara prinsip yakni aqidah dan manhaj (jalan hidup dalam beragama) bukan perkara ringan. Perbedaan kaca pandang dalam menilai sebuah kebenaran butuh ilmu dan keikhlasan. Masing-masing person untuk bisa menerima dan tunduk pada kebenaran yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah. Mengesampingkan hawa nafsu dan ego pribadi butuh kebesaran dan kebeningan hati agar jurang perbedaan sirna dan mereka mampu sepakat untuk kembali pada kebenaran sejati sebagaimana yang dibawakan Rasululullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan dipraktekkan generasi salaf.

    Diantara faidah kisah ini adalah apa yang disebutkan oleh Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah tatkala berkomentar tentang kisah ini, “Dengan demikian anda mengetahui bahaya bergaul dan menikah dengan ahlu bid’ah dan aliran-aliran sesat. Tidaklah perubahan drastis Iraq dari mayoritas ahli sunnah menjadi mayoritas syi’ah melainkan karena ahli sunnah menikah dengan syi’ah” (al-Khuthuth al-Nazhair, hlm.91-92).

    Bingkai penantian

    Teruntuk para muslimah yang belum ditaqdirkan Allah bersua dengan pendamping hati, teruslah memupuk iman serta mengumpulkan bekal menuju perjumpaan dengan kekasih hati. Penantian nan indah ketika dilandasi keikhlasan dan kesabaran yang berujung pada kebahagiaaan sejati. Ketika keresahan menyiksa, saat usia tak lagi belia, teruslah bercita-cita di pertemukannya dengan lelaki shalih yang kapasitas agamanya selaras dengan perintah Allah serta RasulNya. Yakinlah kembang senyum sang pengantin akan engkau rasakan meskipun tak tau sampai kapan kereta pernikahan akan membawanya kepada sosok shalih dalam arti yang sesungguhnya. Kalaupun tak di kehidupan dunia, niscaya masih ada harapan di kehidupan akhirat. Jangan kau gadaikan prinsip hidupmu, aqidah shahihahmu dan jalan Islam yang lurus hanya demi sosok mempesona pria yang membuaimu dengan janji-janji manis indahnya pernikahan. Harmonisasi sepasang pasutri sejati hanya terwujud tatkala suami istri memiliki landasan agama yang menjadikan tauhid sebagai landasan hidup. Meneladani Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dalam derap langkah kehidupan, menjalankan syariatnya dan menyebarkan kebenaran sejati.

    Menikah karena orientasi akhirat. Hidup berumah tangga visi dan misi keduanya harus sejalan dan mereka akan mampu bersinergi serta berkolaborasi secara mempesona untuk mencapai kebahagiaan ketika selalu berpegang pada jalan-Nya. Penantian akan semakin indah ketika muslimah terus memproses diri menjadi shalihah. Terus melayakkan diri membina diri menjadi pribadi bertaqwa.

    Menggapai mentari

    Ukhti… yakinlah jodoh telah di tetapkan lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan semesta ini. Jangan di rundung nestapa, bergaulah dengan orang orang shalih-shalihah agar anda pun kelak berdampingan dengannya. Dan andapun mampu menshalihkan diri.

    Qatadah rahimahullah berkata: “Sesungguhnya kami, demi Allah, belum pernah melihat seorang menjadikan teman buat dirinya, kecuali yang memang menyerupai dia. Maka bertemanlah dengan orang-orang yang shalih dari hamba-hamba Allah agar kamu digolongkan dengan mereka atau menjadi seperti mereka” (Al-Ibanah, 2/477, no 500).

    Kebahagiaaan sejati ada dalam ketaqwaan seseorang, bukan pada setumpuk harta, tidak pula pada lelaki yang tidak jelas aqidah serta manhajnya. Seringkali pernikahan ‘sad ending’ lantaran pasutri seringkali berseteru saling mempengaruhi dan mendakwahi pasangan untuk mengikuti pemikirannya. Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan pilihan terbaik untuk anda dan akan merasakan manisnya iman.

    ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سَوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إلاَّ لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

    Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berwasiat : “Ada 3 hal siapa saja yang ada di dalamnya maka ia akan mendapatkan manis iman, yaitu ketika Allah dan Rasul-Nay lebih ia cintai olehnya dari pada orang lain. Jika ia mencintai seseorang semata-mata karena kecintaannya kepada Allah dan jika ia benci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimanan kebenciannya untuk dimasukkan ke dalam neraka” (HR Bukhori no.16, 69410, dan Muslim no.43).

    Wallahu a’lam.

    Referensi :
    1. Majalah Al-Furqon edisi 3th ke-12 Syawwal 1933
    2. Majalah Swara Qur’an, edisi No 2, juli 2007
    3. Majalah Nikah Vol.7 Okt-Nov 2008


    Sumber: https://muslimah.or.id/12027-memilih-pasangan-sejati.html

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBerbohong Agar Bisa Menikahi Wanita Kaya
    Next Article Suami Terbaik, Suami yang Selalu Membantu Istri di Rumah
    Avatar photo
    Abu Azzam Al-Banjary
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Pinterest
    • Instagram
    • LinkedIn

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

    Related Posts

    Checklist Persiapan Mental dan Spiritual 3 Bulan Menjelang Akad Nikah

    Ketika Cinta Terhalang Restu: Kiat Komunikasi Efektif dengan Orang Tua

    Setelah Ta’aruf, Lalu Apa? Memahami Proses Khitbah (Lamaran) dan Nazhar (Melihat Calon)

    Leave A Reply

    • Popular
    • Recent
    1 December 2020

    Nasehat Bagi yang Sulit Jodoh (Bag. 2)

    22 October 2020

    Hukum Bertunangan Sebelum Menikah (Bagian 1)

    24 October 2020

    Hukum Bertunangan Sebelum Menikah (Bagian 2)

    14 December 2023

    Merencanakan Keluarga, Menata Masa Depan: Panduan KB dalam Perspektif Syariat dan Medis

    24 June 2020

    Mahar Nikah yang Paling Bagus

    14 December 2023

    Merencanakan Keluarga, Menata Masa Depan: Panduan KB dalam Perspektif Syariat dan Medis

    13 June 2023

    Menjaga Api Asmara Tetap Menyala: Tips Romantis dan Seksual untuk Pernikahan Jangka Panjang

    13 May 2023

    Checklist Persiapan Mental dan Spiritual 3 Bulan Menjelang Akad Nikah

    15 April 2023

    Menghadapi Lingkungan ‘Toxic’: Cara Pasutri Menjaga Kesehatan Mental dari Omongan Orang

    13 April 2023

    Kesehatan Reproduksi Pria Sering Terlupakan, Ini yang Wajib Diketahui Para Calon Suami

    Latest Galleries
    About
    About

    Neque porro quisquam est qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur. Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

    We're social, connect with us:

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    Categories
    • Blog (11)
    • Finansial (5)
    • Fiqh (8)
    • Interaksi (5)
    • Kesehatan (5)
    • Manajemen (5)
    • Parenting (6)
    • Pasutri (6)
    • Pengembangan Diri (5)
    • Pranikah (9)
    • Psikologi (5)
    Copyright © 2026 Halalkan | Created by Amr Abdul Jabbar.
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.